Home » Posts filed under Humor Mahasiswa Kampus
Tampilkan postingan dengan label Humor Mahasiswa Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Mahasiswa Kampus. Tampilkan semua postingan

Menerima Telepon Saat Sedang Mengajar

Akhir-akhir ini, pihak kampus telah membuat suatu ketentuan, yaitu saat sedang kuliah, dosen tidak diperbolehkan menerima telepon. Pada suatu hari saat sedang berlangsung kuliah biologi, ponsel seorang dosen tiba-tiba berdering.

Sang Dosen lama sekali melihat layar ponsel, nampak ia dalam posisi sedang bimbang, kemudian ia bertanya kepada mahasiswa: "Telepon dari pihak pimpinan, bisa saya angkat nggak?"

Semua mahasiswa segera menjawab: "Harus terima!"

Kemudian, dosen itu keluar dari ruang kelas, terdengar ia sedang berteriak-teriak di luar: "Istriku yang manis dan yang kusayangi, kamu ada urusan apa? Aku sekarang sedang kuliah nih!"

Menghancurkan Bangunan Tua di Kampus

Bangunan berusia 100 tahun yang telah berfungsi sebagai asrama mahasiswa dan ruang belajar dari sebuah universitas kecil akan segera dibongkar. Ketika bangunan mulai diledakkan, orang-orang merasakan kecemasan dan kesedihan yang dialami salah satu profesor tua yang berdiri di dekat bangunan itu.

"Ini pasti sulit untuk dilihat," kata dosen muda, "Tradisi terkait dengan gedung itu, kenangan semua mahasiswa dan dosen yang tinggal dan belajar di sana. Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya hal ini bagi Anda."

"Ini lebih buruk dari itu," jawab si Profesor. "Saya pikir saya meninggalkan handphone di sana."

Dosen Mengisi Kuliah Tidak Menarik

Seorang professor sedang memberikan kuliah pada 300 orang muridnya di sebuah universitas.

Kata professor "Kalau Anda tidak tertarik dengan kuliah yang saya berikan, Anda dapat keluar kapan saja."

Setelah kuliah berjalan selama 30 menit sedikit demi sedikit mahasiswa di kelas tersebut keluar sehingga hanya tinggal seorang saja yang tinggal.

Setelah professor menghabiskan kuliahnya professar berkata, "Terima kasih karena bersedia mendengarkan kuliah saya."

Orang itu menjawab, "Tidak mengapa, Tuan. Saya kan sopir Tuan..."

Bahan Kuliah Perjanjian Linggajati

"Hei, kamu yang berdiri di belakang," tegur seorang dosen di kelas, "Coba sebutkan orang yang terlibat dalam Perjanjian Linggajati!"

"Maaf, saya tidak tahu, Pak."

"Apa? Tidak tahu? Baiklah, kalau begitu sebutkan saja tahun berapa perjanjian itu ditandatangani?"

"Maaf, saya tidak tahu juga, Pak..."

"Tidak tahu sama sekali? Informasi itu kan sudah saya berikan untuk dibaca minggu lalu. Jadi untuk apa kamu datang ke sini kalau tidak tahu?"

"Mau memeriksa kabel lampu ini, Pak... Saya petugas PLN."

Disajikan Makanan dan Minuman Saat Ujian

Pada satu hari di Cambridge University selama ujian, ada seorang mahasiswa muda yang cerdas muncul dan meminta pengawas untuk membawakannya kue dan bir putih. Dialog berikut terjadi:

Pengawas: "Maaf, apa yang anda minta?"
Siswa: "Pak, saya meminta Anda membawa kepada saya kue dan bir putih."
Pengawas: "Maaf, tidak ada."
Siswa: "Pak, saya benar-benar harus bersikeras. Saya meminta dan mengharuskan Anda membawa saya kue dan bir putih."

Pada titik ini, sang mahasiswa memberikan salinan dari hukum yang berusia 400 tahun dari Cambridge, yang ditulis dalam bahasa Latin dan masih berlaku, dan menunjuk ke bagian yang berbunyi (kira-kira diterjemahkan): "Tuan-tuan yang duduk melakukan ujian dapat meminta dan disediakan kue dan bir putih."

Akhirnya Pepsi dan hamburger disajikan karena dinilai setara untuk dunia modern, dan sang mahasiswa duduk di sana, menulis jawaban ujian dan dengan bahagia sambil menyeruput minumannya.

Tiga minggu kemudian, mahasiswa itu didenda 5 Poundsterling karena tidak membawa pedang saat ujian.

Kelas Menulis Esai di Kampus

Sebuah universitas kelas menulis kreatif. Mahasiswa di kelas itu diminta untuk menulis esai yang mengandung empat unsur: agama, kerajaan, seks dan misteri. Esai terbaik yang ditulis oleh mahasiswa akan mendapat hadiah dari universitas.

Setelah para mahasiswa selesai menulis esai, diperoleh pemenang yang menulis esai singkat yang tulisannya adalah:

"Ya Tuhan," kata Sang Ratu, "Aku hamil, dan aku bertanya-tanya, siapa yang menjadi ayahnya?"